Terima Kasih Merbabu 3142 mdpl



Gunung Merbabu adalah sebuah gunung yang berada di 3 kabupaten, Semarang, Boyolali dan Magelang. Dengan ketinggian 3142 mdpl, gunung ini mempunyai 7 puncak dan juga termasuk sebagai kawasan taman nasional. Tidak menyesal jika ingin mencoba ‘menaklukkan’ gunung ini. 

Itu semua akan terbayar dengan keindahannya. Gunung ini adalah saksi indah nan bisu bahwasanya pengalaman pertama saya naik gunung adalah di Merbabu.



Terima Kasih Merbabu 3142 mdpl
terima kasih merbabu
Waktu itu 15 maret 2014. Saya dan teman kos yang berjumlah 6 orang, pagi-pagi sekali semua sudah siap dengan perlengkapannya. Tidak lupa kami berdoa sebelum berangkat. Kami berangkat dengan menggunakan motor dari daerah jalan kaliurang, sleman menuju jalur pendakian Selo, Magelang. 

Perjalanannya tidak mudah. Terlebih lagi dengan beban yang berat di punggung. 1 orang 1 tas gunung. Jalannaya naik berliku. Ini terasa berat bagi saya karena mungkin baru pertama kali.

Dalam suatu perjalanan memang terkadang banyak hal yang tak terduga. Salah satu motor teman saya mogok. Ditambah lagi motor yang saya tumpangi juga tidak kuat untuk berdua karena motornya matic. 

Maklum, kami semua amatir dalam merencanakan liburan semacam ini. Dari kami ber-6, hanya 1 orang yang pernah naik gunung.

Dengan susah payah kami mendorong motor yang mogok tadi, hingga akhirnya menemukan sebuah bengkel.

Kami sampai di basecamp pertama di sebuah dusun. Waktu itu sekitar pukul 10 pagi lebih. Kemudian istirahat sebentar dan langsung bersiap lagi untuk memulai pendakian.

Perjalanan di mulai, melewati sebuah jalan setapak yang landai. Diselimuti dengan kabut dan tentunya udara yang sejuk. Kiri - kanan semuanya pepohonan yang cukup rimbun. 

Sesekali kami juga bertemu dengan pendaki lainnya. Ada yang sudah turun dan ada juga pendaki yang mau naik seperti kami. Diawal perjalanan ini, kami para pemula masih sangat menikmatinya.

Sekitar pukul 5 sore kami sampai di daerah yang cukup datar. Banyak orang yang mendirikan tenda disana. Daerah ini memang biasa dijadikan tempat membangun tenda karena ada pepohonan yang melindungi dari hembusan angin. 

Daerah kabupaten magelang dan sekitarnya terlihat indah dari atas sana. Terlebih lagi ditambah lampu-lampu rumah dan jalan yang menghiasi di waktu malam. Memang pemandangan yang indah. Sangat disayangkan, karena saya tidak ada fotonya.
 
kabut di dekat camp
kabut di dekat camp
kondisi tenda kami, tenda warna hijau
kondisi tenda kami, tenda warna hijau
diselimuti kabut
diselimuti kabut
jalur pendakian
jalur pendakian
Di malam hari udara semakin dingin. Tenda kami sudah berdiri dengan cukup baik (untuk ukuran pemula), yang cukup menampung 6 orang itu. Aktifitas canda tawa sambil menyiapkan makanan malam yang hanya berupa mie goreng dan minuman hangat serta beberapa camilan merupakan hal yg spesial jika disantap pada ketinggian hampir 3000 mdpl itu. 

Lapar, dahaga dan lelah terasa hilang semua, setelah seharian mendaki untuk sampai dititik sekarang ini. Malam yang cerah penuh bintang itu, ditutup dengan istirahat. Didalam tenda yang hangat. Langsung tidur lelap, menyiapkan diri untuk melanjutkan pendakian keesokan paginya.

Sekitar pukul 3 dini hari. Para pendaki sudah banyak yang bangun. Bersiap untuk pendakian menuju puncak merbabu. Pendakian kali ini lebih ringan karena kami tidak membawa tas gunung. 

Hanya membawa diri, sebuah senter masing-masing untuk setiap orang dan hanya satu tas yang berisi minuman dan kamera yang akan dibawa bergantian. 

Hari masih gelap pada waktu dini hari memaksa kami untuk lebih hati-hati. Terlebih lagi udara yang sangat dingin membuat kami susah untuk bernapas. Bernapas terasa sulit karena kepadatan udara meningkat. Dengan perlahan kami merambat dan merangkak untuk mencapai setiap bukitnya. 

Pemandangan langit seiring waktu semakin menampakan keindahannya. Alarm sebagai tanda pagi pun semakin dekat. Kami tidak ingin kehilangan momen berharga melihat indahnya sunrise dari puncak.

Pendakian bukit demi bukit terasa memberi kami harapan palsu akan puncak dari merbabu. Terlihat dari jauh seperti puncak, setelah kami mencapai titik itu, ternayata itu bukanlah puncak. 

Namun kami tidak menyerah. Kami satu sama lainnya cukup terpisah jauh, karena ada yang begitu semangat untuk mencapai puncak, ada juga yang sudah kelelahan sehingga dia mendaki secara perlahan. Namun kami akhirnya menacapai puncak semua. 

Dari puncak sanalah kita bisa melihat puncak gunung merapi yang penuh misteri itu, ada juga puncak gunung sumbing sindoro dan puncak gunung lawu. Seluruh kawasan sekitar merbabu terlihat jelas. Saat itulah mata memandang seluas-luasnya.
 
terlihat camp tenda dari kejauhan
terlihat camp tenda dari kejauhan
pemandangan ke gunung lain
pemandangan ke gunung lain
Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bagi seorang pemula yang baru pertama kali naik gunung. Terima kasih buat rekan rizki, yang telah mengajak kami ber-5 untuk naik gunung merbabu. Dari sinilah awalnya bermula saya mengenal dan mulai menyukai gunung. 
 
ojik, saya, oka, fadlan, ade, rizki
ojik, saya, oka, fadlan, ade, rizki
senang pertama kali naik gunung
senang pertama kali daki gunung
Indahnya perjalanan kali ini terus terimajinasikan dalam pikiran. Menjadi salah satu memori penting yang mungkin disimpan dalam ingatan. Di perjalanan turun saya selalu sempatkan untuk berhenti sejenak dan melihat kebelakang ke arah puncak yang telah kami capai itu. Sungguh tidak menyangka rasanya bisa mendapatkan pengalaman seperti ini.

pemandangan di sekitar jalur pendakian
pemandangan di sekitar jalur pendakian
Saya sendiri tidak percaya bahwa saya telah melakukan perjalanan ini. Terkesan berlebihan kata-katanya. Tapi itulah yang ada dipikiran saya waktu itu.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk Merbabu atas kesan pertamanya yang indah.

0 Response to "Terima Kasih Merbabu 3142 mdpl"

Post a Comment

show your thoughts, let me know if you were here.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel