Ringkasan Kembali

Mungkin sekitar 3 bulan yang lalu terakhir saya membuat sebuah postingan di blog ini. Postingan kali ini saya akan mencoba menceritakan apa-apa yang telah dilalui selama 3 bulan. Tepatnya, hanya sebuah ringkasan mengenai

momen-momen yang saya anggap pantas untuk dituliskan dalam postingan.


ringkasan kembali
ringkasan kembali. (sumber: pexels.com)

Sampai dirumah…
Pulang ketiga kalinya saya kerumah sebagai mahasiswa perantauan di jogja. Satu hal yang sangat dirindukan adalah suasana rumah. Mama, papa, adik dan kakak. Begitu menikmati seperti biasanya saya berada dirumah. Hanya memanfaatkan momen yang ada semaksimal mungkin.

Tidak hanya momen bersama keluarga tetapi juga dengan tetangga, masyarakat sekitar ataupun teman semasa kecil yang kembali lebur dalam sebuah obrolan kenangan masa lalu yang lucu terkadang kelam. 


Satu hal yang saya benci dari aktivitas rutin tahunan yang satu ini adalah saat momen meninggalkan rumah. Tak sanggup seperti biasanya saya melihat, menatap, merasakan mereka yang saya tinggalkan. 

Begitu banyak doa baik yang hanya bisa saya haturkan sebagai penguat hati di saat-saat seperti itu. Berharap, semua yang dilakukan saat ini, pengorbanan ini, akan setimpal dengan sebuah kesuksesan nantinya. 


Buat mereka bangga, bermanfaat bagi orang banyak dan tentunya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Hanya beberapa janji yang biasanya mengudara di dalam kepala ketika fisik berada di dalam pesawat yang membawa saya ke pulau jawa kembali.

Berbagi cerita…
Momen dan satu hal yang biasanya dilakukan saat dirumah adalah saling berbagi cerita. Kali ini berbagi cerita dengan orang tua. Mereka begitu banyak menceritakan hal kepada anaknya. 

Saya semakin merasa bahwa saya sebagai sesosok anak sangat dibutuhkan. Mungkin ini adalah ungkapan rindu yang mendalam tetapi dengan cara yang lain. 


Terkadang, hanya bisa terkesima saat diperlakukan. Terasa, sebenarnya mereka sangat butuh sosok anaknya yang beruntung ini untuk berada dirumah. Maka dari itu, selama masa liburan di rumah, saya sangat jarang sekali menyentuh hp. Mereka, keluarga yang sangat menjadi prioritas. 


Tak mau rugi rasanya melewatkan momen hanya karena sebuah pesan atau menyibukkan diri di sosial media. Pagi, siang dan malam ada saja hal yang bisa di obrolkan. 


Sesuai ekspetasi rasanya bagi saya. Obrolan hangat dan sebuah momen yang dibutuhkan. Mimpi, satu kata yang biasanya menjadi benang merah obrolan jika saya yang memulai. 


Penting bagi saya, karena untuk anak yang jarang bertemu topik ini layak sekali untuk disampaikan. Agar mereka tahu dan menerka sembari berdoa bahwa tujuan hidup anaknya ini ingin kemana. 

Saya yakin mereka akan merestui apapun itu. Tak lupa pula, topik yang saya lontarkan akan dibalas dengan obrolan yang hangat lainnya mengenai harapan besar mereka terhadap anaknya. Anggap saja itu motivasi bagi saya.

Kuliah kerja nyata…
Dusun Pucung, Desa Pucung, Kec. Girisubo, Kab. Gunungkidul bersama 7 orang lainnya, 4 cewek (kedokteran, psikologi, teknik lingkungan, ekonomi), 3 cowok (teknik kimia, hukum, statistika) dan saya sendiri. 

Semua dilebur menjadi satu dalam sebuah program universitas yang biasa disebut kuliah kerja nyata (KKN). 

Tak pernah bertemu, baru kenal satu sama lainnya dan sebuah tempat yang baru. Itulah hal yang membuat KKN itu sendiri unik. 


Suatu kelompok akan tinggal di sebuah rumah wali orang tua di lokasi penempatan yang biasa kami sebut induk semang. Dalam waktu yang singkat, mahasiswa 8 orang ini akan belajar banyak hal. 

Bermasyarakat dan memberdayakan. 2 hal penting menurut saya dalam KKN. Bisa jadi KKN itu pilihan: kalian murni ingin mengabdi atau bertopeng mengabdi hanya untuk sebuah nilai di akhir nanti. Begitu banyak pengalaman selama KKN. 


Semua mahasiswa yakin akan mengalami hal yang sama. Konflik dan penghargaan, tentu pasti ada. 


Itu adalah bumbu tersendiri bagi mahasiswa. Satu hal pasti, bahwa selama KKN akan banyak belajar hal baru yang pastinya tidak akan didapatkan selama di bangku perkuliahan.

Akhir dari kerja praktek (KP)…
Semester 6 saya mengambil KP. Sebuah proses yang harus ditempuh untuk prasyarat tahapan selanjutnya. Singkat cerita perjuangan menyelesaikan KP bersamaan dengan saya menjalani KKN. Gunungkidul ke Sleman dan sebaliknya. 

Jarak tempuh sekitar 160 KM. saya konsultasi dengan seorang dosen pembimbing sekitar 4 kali. Total perjalanan sekitar 640 KM. belum ditambah dengan perjuangan melengkapi dokumen lampiran. 


Anggap saja sekitar 700 KM. itu pengorbanan dari segi jauhnya perjalanan. Ditambah lagi, laporan yang revisi akan menyita waktu semasa KKN yang bagi saya telah merugikan momen di dalam KKN itu sendiri. 


Selama di posko KKN, sibuk untuk membenarkan laporan yang direvisi. Merasa rugi sebenarnya. Dari semua pengorbanan yang ada. Akhirnya, ada rasa syukur dengan pencapaian nilai terbaik. Alhamdulillah.

KKN selesai…
Satu bulan. Waktu yang begitu singkat, yang hanya mampu membuat mahasiswa KKN merasa dirugikan dari segi perasaan saja. Umumnya, banyak mahasiswa yang akan cinta lokasi dan merugikan pasangan lama mereka. 

Lainnya, hanya melukai perasaan sosok orang tua wali di lokasi KKN karena akan ditinggalkan oleh anak-anaknya yang baru mereka kenal satu bulan sebelumnya. 


Jika ditanya apa yang mereka dan kami rasakan? Umumnya akan menjawab bahwa rasa itu begitu tak bisa dijelaskan. 

Hanya bisa membenci momen perpisahan dari proses perjalanan KKN. Hari-hari akhir menjelang usainya KKN, orang tua wali menunjukkan reaksi yang berbeda. 

Mereka seolah-olah tahu bahwa akan ada perpisahan. Menunjukkan sikap yang mungkin bisa dikatakan bahwa mereka tak ingin ada perpisahan. Tak tahu saya harus menjelaskannya bagaimana. 


Yang pasti, rencana perpisahan di sore hari telah menjadi perpisahan di malam hari. Berencana rombongan untuk angkat kaki dan pamit pada sore hari. Namun, karena satu dan lain hal atas asas ketidaktegaan maka diundur sampai malam hari. 


Tak menyangka sebenarnya akan mendapatkan penghargaan yang sebaik ini dari mereka, orang tua wali selama di lokasi KKN. Tak menyangka sebegitu besar rasa mereka ke kami. 


Ikhlas dan tanpa memandang bahwa kami hanya kumpulan orang-orang yang melaksanakan kehendak univertas pada awalnya. Perasaan yang campur aduk sekali pada malam itu. 

Satu hal pasti yang bisa dilakukan saat itu adalah berdoa saja. Berharap satu keluarga baru dan kerabat masyarakat dusun disana diberikan yang terbaik oleh yang maha kuasa. 


Tak pantas juga rasanya jika dikatakan kami mengabdi dan memberdayakan selama KKN disana. 

Sebaliknya, kami mahasiswa KKN yang telah diberikan banyak ilmu hidup oleh masyarakat disana. KKN, satu momen yang layak dikenang dalam proses perjalanan hidup.

0 Response to "Ringkasan Kembali"

Post a Comment

show your thoughts, let me know if you were here.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel