Why Vlogging

Oke, sebelum saya menyampaikan apa pandangan saya mengenai vlogging, mari kita cari tahu apa itu sebenarnya vlogging?


A video blog or video log, usually shortened to vlog /ˈvlɒɡ/, is a form of blog for which the medium is video, and is a form of web television. 

Vlog entries often combine embedded video (or a video link) with supporting text, images, and other metadata. Entries can be recorded in one take or cut into multiple parts. The vlog category is popular on Youtube.

Video logs (vlogs) also often take advantage of web syndication to allow for the distribution of video over the Internet using either the RSS or Atom syndication formats, for automatic aggregation and playback on mobile devices and personal computers (See video podcast).

why vlogging
why vlogging. (sumber: pexels.com)
Sebuah blog video atau log video, biasanya disingkat vlog / vlɒɡ /, adalah bentuk blog yang dimana mediumnya adalah video, dan merupakan bentuk televisi web. 

entri Vlog sering menggabungkan video yang tertanam (atau link video) dengan teks mendukung, gambar, dan metadata lainnya. Entri dapat direkam dalam satu waktu atau dipotong menjadi beberapa bagian. Kategori vlog popular di Youtube.

Video log (vlogs) juga sering memanfaatkan web sindikasi untuk memungkinkan distribusi video melalui Internet baik menggunakan RSS atau format sindikasi Atom, untuk agregasi otomatis dan pemutaran pada perangkat mobile dan komputer pribadi (Lihat video podcast). 

Jadi intinya vlog itu ya semacam blog tapi medianya yang berbeda. Kalau blog medianya tulisan sedangkan v-log atau video log tentu medianya adalah video.

Lalu, bagaimana sejarah vlog itu sendiri?


On January 2, 2000, Adam Kontras posted a video alongside a blog entry aimed at informing his friends and family of his cross-country move to Los Angeles in pursuit of show business, marking the first post on what would later become the longest-running video blog in history. 

In November of that year, Adrian Miles posted a video of changing text on a still image, coining the term vlog to refer to his video blog. In 2004, Steve Garfield launched his own video blog and declared that year "the year of the video blog".

Vlogging saw a strong increase in popularity beginning in 2005. The Yahoo! Videoblogging Group saw its membership increase dramatically in 2005. The most popular video sharing site to date, Youtube, was founded in February 2005. By July 2006, it had become the 5th most popular web destination, with 100 million videos viewed daily and 65,000 new uploads per day.

Many open source content management systems have enabled the inclusion of video content, allowing bloggers to host and administer their own video blogging sites. 

In addition, the convergence of mobile phones with digital cameras allows publishing of video content to the Web almost as it is recorded. Radio and television stations may use video blogging as a way to help interact more with listeners and viewers.


Pada tanggal 2 Januari 2000, Adam Kontras memposting sebuah video bersama sebuah blog yang bertujuan untuk menginformasikan teman-teman dan keluarga lintas negara pindah ke Los Angeles dalam mengejar bisnis pertunjukan, menandai posting pertama yang kemudian akan menjadi blog video berjalan-terpanjang dalam sejarah. 

Pada bulan November tahun itu, Adrian Miles memasang video mengubah teks pada gambar diam, coining vog istilah untuk merujuk ke blog videonya. Pada tahun 2004, Steve Garfield meluncurkan video blog sendiri dan menyatakan tahun itu "tahun dari video blog".

Vlogging menunjukkan peningkatan tajam popularitasnya dimulai pada tahun 2005. Yahoo! Videoblogging Group melihat peningkatan keanggotaannya secara dramatis pada tahun 2005. 

Paling populer situs berbagi video to date, Youtube, didirikan pada bulan Februari 2005. Pada bulan Juli 2006, telah menjadi 5 tujuan web yang paling populer, dengan 100 juta video dilihat setiap hari dan 65.000 upload baru per hari.

Banyak sistem manajemen konten sumber terbuka telah memungkinkan masuknya konten video, yang memungkinkan blogger untuk menjadi tuan rumah dan mengelola video blogging pada situs mereka sendiri. 

Selain itu, konvergensi ponsel dengan kamera digital memungkinkan penerbitan konten video ke Web hampir seperti yang dicatat. 

Stasiun radio dan televisi dapat menggunakan video blogging sebagai cara untuk membantu lebih banyak berinteraksi dengan pendengar dan pemirsa.


Jadi, awal kemunculan vlog itu sendiri pada tahun 2005 yang di mana pada tahun itu di Indonesia belum mengenal istilah vlog. 

Mungkin di Indonesia baru muncul trend vlog sekitar tahun 2014 yang dimana mulai pada tahun itu para vloggers di Indonesia mulai gencar dengan vlognya terutama daily vlog. 

Tak perlu saya sebutkan siapa saja vloggers di negeri ini. Karena saya rasa penyebaran media video dalam hal ini vlog sudah cukup mumpuni.

why vlogging
Jon Olsson
why vlogging
Casey Nesitat
Vlog juga pada awalnya adalah sebuah kebutuhan. Begitu media dan beberapa old vloggers membela kemuculan mereka yang sebenarnya sudah muncul terlebih dahulu namun kalah saing dengan vloggers yang lebih dinamis dan menarik. 

Ya, vlog sekarang sudah benar-benar menjadi sebuah industri. Banyak brand yang sengaja mengalihkan media promosi mereka melalui media vlog. Terlihat ada dampak yang baik dalam hal ini.

Kini, sudah banyak sekali vloggers yang benar-benar niat dalam melakukannya. Terlihat dari gear yang mereka gunakan dan editing yang semakin bagus. 

Bahkan ada beberapa vloggers yang sengaja memakai asisten sebagai orang yang merekam mereka ataupun sengaja membayar editor untuk editing video mereka. Namun, banyak juga vloggers yang berjuang mengusahakan vlognya seorang diri.

why vlogging
Vlog Gear of JonOlsson
 Bicara mengenai gear yang digunakan untuk nge-vlog, sebenarnya setiap orang jika mau bisa untuk memulai vlog. memulai bisa dengan hanya sebuah smartphone yang saya yakin hampir setiap orang sekarang sudah punya. 

Bicara mengenai kualitas video, tentunya kalah. Namun, kembali lagi, dalam hal vlogging banyak juga vloggers yang terkenal sekarang, dahulunya memulai vlogging hanya dengan gear sederhana. 


Seiring dengan kesuksesan mereka, alhasil mereka juga bisa membeli gear yang lebih bagus. Kekuatan vlog sendiri menurut saya terletak pada persona seorang vloggers itu sendiri.

Saya sendiri bukanlah seorang vloggers namun saya adalah seorang penonton setia vloggers yang saya subscribed di Youtube. 

Banyak vloggers kini tidak hanya menggunakan satu jenis gear saja sebagai perangkat vlogging mereka. 

Di lain hal mereka yang benar-benar ingin menghasilkan vlog yang istimewa menggunakan drone video, menambahkan sisi cinematic udara yang membuat videonya semakin menarik. 

Menggunakan sport camera, saat dalam kegiatan adventure atau semacamnya. Meng-custom kamera vlogging mereka dengan sesuatu yang benar-benar diniatkan untuk sebuah kegiatan vlogging dan beberapa scene vlog yang sengaja direncanakan dan diniatkan hanya untuk satu hal yaitu vlog yang menarik viewers. 


Viewers sangatlah krusial dalam hal trend vlogging ini. Karena dari sinilah para vloggers memunggut pundi-pundi uangnya. 

Bicara editing. Beberapa vloggers setia dengan kemampuan mereka sendiri, berusaha meng-edit vlog dengan sendirinya. Yang lainnya, ada yang dibantu dengan seorang editor khusus untuk vlog. 

maka, takk heran jika kalian pernah melihat vlog dengan kualitas film. Bahkan beberapa yang saya pernah tonton vlognya mengalahkan editing film-film di Indonesia. Luar biasa. 


Beberapa vloggers juga rela menggunakan kamera besar sebagai gear mereka dalam vlog. sebuah kamera untuk film digunakan hanya untuk sebuah vlog. totalitas dan kualitas menurut saya.

Melihat fenomena ataupun trend vlogging saat ini pernah membayangkan jika suatu hari akan muncul momen di mana banyak orang membawa kamera ke jalanan dan berbicara ke kamera mereka masing-masing. Vlogging anytime and anywhere. 

Jangan meremehkan atau menertawakan imajinasi ini, karena satu fenomena sudah terjadi dewasa ini, yaitu dimana sekumpulan orang bertemu berkumpul dalam satu meja hanya sibuk sendiri-sendiri memandangi smartphone mereka. Keren.

Vlogging sendiri meningkat tajam trend-nya seiring dengan perkembangan dunia smartphone dan kecepatan internet khususnya di Indonesia. Negara ini mungkin sedikit agak ketinggalan karena baru dewasa ini platform Youtube menjadi sangat populer. 

Orang-orang lebih mudah untuk mengakses informasi terutama dengan media video. Hampir semua aplikasi terkenal mengandalkan media video mereka sekarang ini. 


Muncul app snapchat dengan fitur snap and send. Instagram yang memperpanjang dan meningkatkan kualitas video yang bisa di posting users-nya. Facebook, twitter dan lain-lainnya. 

Semua mengarah pada media yang semakin digemarin yaitu video. Nah, begitulah sekiranya relasi yang ada yang mengarah atau dampak dari trend vlogging itu sendiri.

Untuk kamu-kamu yang mau nge-vlog. hanya lakukan saja dan jangan lupa menikmati kehidupan nyata yang ada. Cobalah konsisten dan hasilkan karya yang baik dan menarik. 

Jangan menjadi manusia labil yang mengikuti trend tanpa menikmati. Happy vlogging to you, vloggers.

1 Response to "Why Vlogging"

  1. Interested in learning how to make your own vlogs for YouTube? Wise decision on both fronts, my friend.Vlogging Cameras with A Flipping Screen

    ReplyDelete

show your thoughts, let me know if you were here.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel