Jangan Menyerah Kawan

Saya sangat disibukan dengan kegiatan perkuliahan. Sebagai pengetahuan, ya saya hanyalah mahasiswa dengan kemampuan menengah yang mempunyai beberapa mata kuliah yag harus saya ulang pada semester 7. 

Normalnya bagi mahasiswa dengan kemampuan yang lumayan, mereka akan sangat santai dalam semester itu. 


jangan menyerah kawan. (sumber: pexels.com)
Tetapi tidak dengan saya yang masih harus atau terpaksa mengambil beberapa mata kuliah yang pada semester sebelumnya yang saya belum berhasil mendapatkan nilai yang baik. Jadi, pada semester 7 saya mengambil 24 SKS mata kuliah. 

Dengan beban terberat, 2 mata kuliah perancangan dan mengerjakan proposal tugas akhir, yang menurut saya pada semester itu merupakan hal yang paling menyita energi, waktu dan uang. 

Sebagai pengetahuan juga, mata kuliah perancangan adalah semacam mata kuliah yang didalamnya ada sebuah tugas besar yang dimana tugas tersebut merupakan gabungan beberapa material mata kuliah yang telah didapat pada semeseter-semester sebelumnya. Jadi, singkatnya kita mengerjakan semacam tugas proyek nyata.

Dalam hal ini, mata kuliah itu adalah merancang proyek gedung ataupun proyek jalan dalam satu tim yang terdiri dari 2-4 orang. Point penting yang membedakannya disini dengan proyek nyata diluar sana adalah pada perkuliahan tentunya kami tidak mendapatkan gaji/uang. 

Jadi, motivasi untuk menyelesaikan proyek tersebut adalah mendapatkan pemahaman atas ilmu perancangan tersebut, tidak lebih. Itu dalam pandangan saya. 


Beda halnya mungkin dengan insinyur yang mengerjakan proyek nyata diluar sana. Tentunya, mereka mempunyai banyak motivasi kenapa suatu proyek harus dengan baik diselesaikan. 


Mereka mendapatkan gaji, pengalaman, ilmu baru di proyek, tuntutan biaya hidup terutama yang sudah berkeluarga, sebuah karya nyata, bahkan mungkin sebuah ladang amal dimana sebuah proyek akan digunakan khalayak ramai nanti kedepannya. 

Hal yang memilukan dalam pengerjaan tugas dalam 2 mata kuliah ini adalah tidak kooperatifnya teman satu kelompok, dimana kurangnya kerjasama dalam proses menyelesaikan tugas tersebut. 

Dilemanya jikalau tugas itu tidak selesai maka nilai akhir sudah di pastikan tidak lulus = harus mengulang mata kuliah yang sama pada semester selanjutnya dan kalaupun dikerjakan maka tugas ini lumrahnya dikerjakan berkelompok tetapi yang mengerjakan tugas hanyalah satu orang. 


Kebayangkan bagaimana beban untuk menyelesaikan tugas itu. Ya, dalam hal ini saya memilih untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan proses yang sukses membuat saya stress berat. 


Di sisi lain, saya beruntung karena ada beberapa teman yang ikut terlibat dalam proses itu. Ada yang sampai membantu ikut mengerjakan menulis, menghitung ataupun teman yang menjadi tempat bertanya. 

Singkat cerita, saya ujian mata kuliah tersebut dan menunggu hasil yang alhamdulillah saya telah lulus dengan nilai lumayan untuk 2 mata kuliah tersebut. Saya sangat bersyukur waktu itu. 

Motivasi lainnya, kenapa saya bersikeras mau menyelesaikan tugas-tugas itu? Tidak mau menjadi pecundang, tidak ada yang sia-sia dalam belajar, dan memenuhi kewajiban belajar sebagai amanah dari orang tua. 


Tak heran, tidak sedikit teman satu kelas mengundurkan diri dari mata kuliah tersebut dikarenakan beratnya beban tugas yang harus diselesaikan. 

Di sisi lainnya, ada yang mengundurkan diri dikarenakan pengampuh mata kuliah atau dosen dari mata kuliah tersebut adalah seorang dosen yang sudah dikenal tidak mudah untuk meluluskan mahasiswanya. 


Atas alasan itulah, ada yang menyatakan bahwa jikalau mengerjakan tugas tersebut adalah hal yang percuma dan sia-sia.

Bukan maksud menggurui, jika ada baiknya kita mengusahakan suatu hal, terlebih hal itu sudah jelas baiknya. 

Terkadang, kita perlu sedikit terdiam, terhenti tetapi bukan maksud untuk menyerah akan sesuatu namun lebih menyeimbangkan hidup yang dimana kita manusia membutuhkannya. 

Sesaat kita stress mungkin ada baiknya menunda suatu pekerjaan.

Hentikan sejenak untuk hal-hal yang belum tentu bisa kita selesaikan dengan harapan/ekspetasi kita. Lalu segera bersiap atas apa tanggung jawab/amanah yang harus kita selesaikan dengan baik. Tetap semangat kawan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Jangan Menyerah Kawan"

  1. semnagat jangan pernah menyerah. orang yang berusaha pasti akan berhasil

    ReplyDelete
  2. mangats gan, saya juga sebeenernya banyak nilai yang kurang bagus, tapi saya gak mau ngulang haha, bosen kuliah

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya gan masih banyak yang lebih menarik setelah kuliah

      Delete

Show your thoughts, let me know if you were here.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel